SURABAYA,SATUSUARA- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya berupaya mengoptimalkan Kereta Rail Clinic untuk melayani warga masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah daerah operasinya. Melalui Rail Clinic, masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan kesehatan dasar tanpa dipungut biaya.
Rail Clinic pertama kali diluncurkan oleh KAI pada 2015 sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api dan wilayah yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan.
Konsepnya adalah menghadirkan layanan kesehatan bergerak dengan memanfaatkan sarana kereta api, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah yang menjadi bagian dari wilayah operasional KAI.
Kehadiran Rail Clinic menjadi salah satu bentuk transformasi peran KAI dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Jika kereta api pada umumnya membawa penumpang dari satu tempat ke tempat lain, Rail Clinic membawa layanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat.
Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, kebidanan dan USG, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan mata, hingga pemberian obat-obatan gratis di atas kereta menggunakan Rail Clinic.
Bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI, yang diperingati setiap tanggal 28 September 2026, sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pada bulan September 2026 ini, KAI Daop 8 Surabaya menyelenggarakan kegiatan bakti sosial Rail Clinic di 2 lokasi, yakni Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (10/9), serta Stasiun Cerme, Kabupaten Gresik, Selasa (8/9).
Kegiatan yang dilaksanakan di 2 lokasi stasiun tersebut secara keseluruhan memberikan manfaat kepada 500 masyarakat dan siswa sekolah dasar.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa kehadiran KAI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan layanan transportasi kereta api, tetapi juga melalui program sosial yang memberikan manfaat secara langsung.
“Dalam rangkaian HUT ke-81 KAI, kami menghadirkan Rail Clinic di Stasiun Tanggulangin dan Stasiun Cerme. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan akses layanan kesehatan gratis, sekaligus menghadirkan ruang edukasi kesehatan bagi masyarakat,” ucap Mahendro.
Untuk mendukung pelaksanaan layanan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menghadirkan tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter umum, dokter kandungan, dokter gigi, paramedis, apoteker, analis, dan refraksionis optisien. Dengan dukungan tenaga kesehatan dari berbagai bidang, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan secara terpadu sesuai kebutuhan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan, KAI Daop 8 Surabaya juga menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut antara lain 100 kacamata, 100 paket oral hygiene, dan 60 paket gizi ibu hamil. Disamping itu untuk mendukung aktivitas belajar siswa, KAI Daop 8 Surabaya juga membagikan 100 tas sekolah, serta peralatan olahraga bagi Sekolah Dasar yang mengikuti kegiatan.
Selain menghadirkan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi, literasi, serta sosialisasi kepada masyarakat. Pada kesempatan ini KAI Daop 8 Surabaya juga berkesempatan memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat, cara menjaga kesehatan gigi, serta sosialisasi terkait pentingnya untuk turut serta menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.
Bersamaan dengan layanan kesehatan, KAI Daop 8 Surabaya juga menghadirkan Kereta Rail Library sebagai sarana untuk mendekatkan buku dan pengetahuan kepada masyarakat.
Melalui Rail Library, para siswa dapat membaca berbagai koleksi buku yang tersedia, mulai dari buku cerita, pengetahuan umum, ensiklopedia, hingga materi pembelajaran. Kehadiran perpustakaan di dalam rangkaian kereta tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengenal dunia perkeretaapian.
Rail Library juga dilengkapi fasilitas e-Library berupa monitor layar sentuh yang menyediakan koleksi bacaan digital dan video edukatif. Fasilitas ini memberikan alternatif pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai media memperoleh pengetahuan.
“Kami ingin stasiun tidak hanya dipandang sebagai tempat masyarakat melakukan perjalanan. Melalui Rail Library, stasiun juga dapat menjadi ruang untuk belajar, membaca, dan mendapatkan pengetahuan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tahu anak-anak,” ungkap Mahendro.
Menurutnya, program Rail Clinic dan Rail Library sengaja dihadirkan secara beriringan karena kesehatan dan pendidikan merupakan dua aspek penting dalam mendukung kualitas generasi penerus.
“Kesehatan yang baik dan wawasan yang luas merupakan bekal penting seluruh masyarakat. Melalui Rail Clinic dan Rail Library, kami berupaya memberikan manfaat yang menyentuh kedua aspek tersebut sekaligus,” tambah Mahendro.
“Kami berharap kehadiran KAI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan berbagai program TJSL lainnya, kami ingin perjalanan KAI tidak hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, tetapi juga membawa semangat untuk meningkatkan kesehatan, pengetahuan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Mahendro.
KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan KAI menuju usia ke-81 tahun dengan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Red)