Foto: Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. ditunjuk sebagai Kapolda Bali, menggantikan Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si.
SURABAYA, SATUSUARA - Gerbong mutasi besar di tubuh Polri kembali bergerak. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang mencakup rotasi 88 perwira tinggi dan menengah, termasuk 19 jabatan Kapolda.
Untuk Bali, Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. ditunjuk sebagai Kapolda Bali, menggantikan Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. yang dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur.
Perlu diketahui, Pasma Royce merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Kariernya banyak bersentuhan dengan fungsi reserse dan kepemimpinan kewilayahan.
Ia pernah menjabat Kapolres Nunukan, kemudian Wakapolresta Sidoarjo, Dirreskrimum Polda Bengkulu, Dirreskrimsus Polda Kalimantan Tengah, serta Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri. Pada 2022 ia dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat, kemudian pada 2023 menjadi Kapolrestabes Surabaya.
Di Surabaya, Pasma dikenal menjalankan pendekatan keamanan yang menggabungkan pencegahan, patroli, penguatan Polisi RW dan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Pada masa kepemimpinannya, Polrestabes Surabaya juga mengembangkan sinergi dengan pemerintah kota serta elemen masyarakat.
Namanya juga pernah mendapat perhatian dalam pemberitaan terkait pengungkapan jaringan narkoba ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat. Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) saat itu menyebut pengungkapan jaringan tersebut sebagai salah satu catatan kinerja yang ikut menjadi perhatian dalam promosi Pasma ke Surabaya.
Pada September 2024, Pasma kemudian dipromosikan menjadi Wakapolda Jawa Timur.
Kariernya terus berlanjut. Bahkan pada September 2026, sebelum ditunjuk menjadi Kapolda Bali, Pasma terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengprov Indonesian Cycling Federation (ICF) Jawa Timur periode 2026–2030, dengan agenda pembinaan atlet balap sepeda hingga tingkat nasional dan internasional.
Diketahui, Daniel Adityajaya sebelumnya menjabat Kapolda Bali sejak 2024. Ia ditunjuk menggantikan Irjen Ida Bagus Kade Putra Narendra melalui mutasi Polri pada Juli 2024.
Dalam mutasi terbaru, Daniel tidak keluar dari lingkungan Polri. Ia ditempatkan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam penugasan luar struktur. Dengan demikian, pergantian ini secara administratif merupakan rotasi jabatan, bukan pemberhentian dari kepolisian.
Polri sendiri menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran pelaksanaan tugas.
Kini perhatian Bali beralih kepada Pasma Royce. Pengalamannya di reserse, kepemimpinan di Jakarta Barat dan Surabaya, kemudian sebagai Wakapolda Jawa Timur, menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke Polda Bali.
Namun satu hal perlu dibedakan: rekam jejak jabatan dan prestasi sebelumnya belum otomatis menggambarkan hasil kepemimpinannya di Bali. Itu baru bisa dinilai setelah melihat kebijakan, penanganan kriminalitas, lalu lintas, keamanan pariwisata, konflik sosial, serta respons terhadap persoalan masyarakat Bali selama masa jabatannya. Manusia memang gemar menilai bab pertama sebelum bukunya selesai. (Red)
